Program Studi Magister Ilmu Biomedik
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jumat, 17 Agustus 2018 - 10:35:32 WIB

Departemen Fisiologi Mengembangkan Program Pemantauan Tingkat Kebugaran dan Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Masyarakat

Dikirim oleh Ginus Partadiredja Dibaca 723 kali
Demi mewujudkan salah satu tujuan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan pada masyarakat dan dalam rangka mengoptimalkan manajemen penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di Kabupaten Bantul, khususnya di Puskesmas Banguntapan 2, tahun ini Departemen Fisiologi bekerjasama dengan Departemen Patologi Klinik dan Departemen Gizi Kesehatan, FK-KMK, UGM, dan Puskesmas Banguntapan 2 mengembangkan program pemantauan tingkat kebugaran dan risiko penyakit kardiovaskular.

Kegiatan ini dilaksanakan sejak 23 Juni hingga 27 Agustus 2018, dengan bertempat di Puskesmas Banguntapan 2, Kabupaten Bantul, DI. Yogyakarta, dan melibatkan tenaga pendidik dari Departemen Fisiologi dan Departemen Patologi Klinik serta mahasiswa S2 Minat Ilmu Faal program studi Magister Ilmu Biomedik angkatan 2017. Sebanyak 50 pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang telah mengikuti program rutin dari puskesmas yaitu  Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), dilibatkan sebagai responden dalam kegiatan ini. Adapun jenis kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan sebanyak 12 kali bertemakan Diabetes Mellitus beserta faktor resikonya, pelatihan kader, pemberian reagen, pemeriksaan lab, pemeriksaan tingkat kebugaran berbasis aplikasi seluler, senam, dan koordinasi hasil yang telah didapatkan selama program.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kebugaran penderita Diabetes Mellitus tipe 2 yang mengikuti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Selain itu, program ini juga melatih kader dan petugas kesehatan maupun keluarga pasien agar dapat melakukan pemantauan tingkat kebugaran penderita Diabetes Mellitus tipe 2 dengan bantuan aplikasi seluler. Peningkatan kebugaran dan pemantauan risiko kardiovaskular tersebut diharapkan dapat mencegah komplikasi kardiovaskular pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 di wilayah Puskesmas Banguntapan 2. (yuyun17)