Program Studi Magister Ilmu Biomedik
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Kamis, 15 November 2018 - 15:22:59 WIB

Simposium Internasional dan Konferensi Pascasarjana

Dikirim oleh Suhandoko Ariwibowo Dibaca 470 kali
Dalam waktu dua hari berturut-turut, mulai tanggal 31 Oktober sampai dengan 1 November 2018, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masayarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Universitas Gajah Mada, Yogyakarta mengadakan “Postgraduate Conference and Symposium” yang mengambil tema “Infectious Diseases and Non Communicable Diseases: From Bench to Bedside”.

Bertempat di auditorium FK-KMK UGM, dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed, Ph.D selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM, membuka seluruh rangkaian acara konferensi dan simposium yang dihadiri oleh akademisi, peneliti, klinisi, serta pakar kesehatan dari dalam dan luar negeri. Dr. Puspita Lisdiyanti, M.Agr.Chem tampil sebagai “keynote speaker” pertama dengan membawakan materi “Potency of Antimicrobial of Indonesian Biodiversity”. Presentasi Dr. Puspita disusul oleh Prof. Roger Frutos dari CIRAD, Perancis, yang menekankan kepentingan penelitian serta penggunaan teknik diagnostik terhadap kasus penyakit-penyakit infeksi dengan menggunakan biosensor dalam presentasi yang berjudul “Diagnostic 3.0 New Generation of Diagnostic Tool for Infectious Disease.” 

Sesi selanjutnya adalah diskusi yang dimoderatori oleh dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT(K). Diskusi panel I ini menampilkan tiga panelis, masing-masing adalah Bastian Philip Krom, Ph.D (Vrije University of Amsterdam) yang membawakan materi “New Insight and Remaining Questions in Complex-Multispecies Biofilms”, dr. Titik Nuryastuti, M.Si, Ph.D, Sp.MK (FK-KMK UGM) dengan materi “Biofilm in Infectious Diseases and on Medical Devices: How to Diagnose”, serta Prof. Christine Lambert (University of Poitier, Prancis) yang menyampaikan materi “Management Approach of Biofilm Related Infection.”

Prof. dr. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc, Ph.D dari Departemen Farmakologi dan Terapi FK-KMK UGM tampil sebagai panelis pertama pada diskusi panel kedua dengan materi “Rational Use of Antibiotic”. Hadir pula sebagai panelis, dr. Helmia Farida, M.Kes, Ph.D, Sp.A dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, dengan judul materi “Antibiotic Uses in Clinical Setting.” Rangkaian acara konferensi dan simposium hari pertama ini ditutup oleh Dr.rer.nat. Triana Hertiani, M.Si, Apt dari Fakultas Farmasi UGM yang membawakan materi “Discovery and Development of Antimocrobial in Indonesia.” Dr. Erna Kristin, M.Si, Apt bertindak sebagai moderator pada diskusi panel kedua hari pertama ini.

Kuliah “Interprofessional Health Care (IPHC): Moving from Theory to Practice” oleh dr. Gandes Retno Rahayu, M.Med.Ed, Ph.D mengawali agenda simposium pada hari kedua. Dr. Gandes menyampaikan pentingnya membangun budaya kerjasama interdisipliner sejak masih dalam pendidikan. Sebagai wakil dekan, Dr. Gandes menyampaikan desain pembelajaran interdisipliner yang sudah mulai diterapkan di UGM. Di ranah pelayanan, pendekatan interdisipliner ini diawali oleh RS Akademik UGM. Hal ini disampaikan oleh dr. Arief Budiyanto, Ph.D, Sp.KK(K) dalam materi tentang manajemen SDM dalam kolaborasi penanganan pasien bersama. Selanjutnya dr. Faisal Heryono, Sp.PD menyampaikan presentasi tentang manajemen antibiotika di RSUP Dr. Sardjito. Ketiga pakar tersebut hadir sebagai “keynote speaker” yang mendahului rangkaian acara simposium pada hari yang sama, yang beragendakan tiga sesi simposium, yaitu: “Infectious Diseases” (Simposium I), “Non-communicable Diseases” (Simposium II) serta “Non-communicable Diseases” (Simposium III).

Keberagaman tidak hanya datang dari topik penelitian yang dipresentasikan dengan sangat baik oleh masing-masing peserta simposium, tetapi juga dari asal peserta. Sebagian peserta simposium yang hadir berasal dari institusi di luar Universitas Gajah Mada. Peserta simposium sebagian besar adalah mahasiswa PPDS dan mahasiswa program magister (S2) dan doktor (S3). Seluruh rangkaian acara “Postgraduate Conference and Symposium” ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada peserta presentasi dengan perolehan nilai terbaik. (tim mahasiswa MIB 2018)