Program Studi Magister Ilmu Biomedik
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Kamis, 12 Maret 2020 - 13:51:48 WIB

Workshop Teaching Skill: Dengan Mengajar, Kita Belajar

Dikirim oleh Suhandoko Ariwibowo Dibaca 1410 kali

Workshop Teaching Skill merupakan rangkaian kegiatan Workshop Docendo Discimus yang dilaksanakan oleh Program Studi Magister Ilmu Biomedik Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Sabtu, 8 Februari 2020.  Istilah Docendo Discimus berasal dari bahasa Latin yang artinya “Dengan Mengajar, Kita Belajar”. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan wawasan kepada peserta workshop tentang kiat-kiat menjadi individu yang unggul dan kompetitif menuju era Society 5.0. Peserta kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Gedung Pascasarjana Tahir Foundation FK-KMK UGM ini adalah mahasiswa Magister Ilmu Biomedik, mahasiswa Magister Ilmu Kedokteran Tropis dan dosen FK-KMK UGM.

Materi pertama tentang Learning Tools & Technology disampaikan oleh dr. Noviarina Kurniawati, M.Sc. Di awal sesi beliau mengajak seluruh peserta workshop untuk bergabung di kelas virtual menggunakan smartphone masing-masing dan menjawab serangkaian pertanyaan. Peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil berdasarkan topik yang dipilih dan kemudian secara proaktif membahas topik-topik tersebut.

Alumnus Universitas Maastricht ini juga memaparkan tentang peran fasilitator dalam mengarahkan peserta untuk mencapai tujuan pembelajaran.

“Apapun media pembelajaran yang digunakan dan dimanapun peserta didik berada, jika fasilitator bisa mengarahkan peserta ke fokus yang sama maka tujuan pembelajaran akan dicapai” ucap penerima Travel Grant, The 49th JSME Conference for 10 Best Poster dari The Japanese Society of Medical Education (JSME) ini.

Sesi selanjutnya tentang 12 Peran Dosen disampaikan oleh dr. Yoyo Suhoyo, M.Med.Ed, Ph.D. Secara garis besar peran dosen adalah sebagai perencana, penilai, fasilitator, role model, penyedia informasi, dan pengembang media ajar. Beliau menambahkan untuk mengevaluasi proses pembelajaran harus dari 3 aspek, yaitu dosen, mahasiswa, dan kurikulum. Selain berbagi cara berkomunikasi efektif dalam proses pembelajaran, Ketua Tim Assessment Program Studi Kedokteran FK-KMK UGM ini juga juga menegaskan untuk menyampaikan materi ajar perlu diperhatikan jenis pembelajaran yang disampaikan berdasarkan Dale’s Cone of Experience.  

“Tugas kita adalah sebagai pengingat, kadang kita memaksakan diri untuk mengubah sikap mahasiswa, tugas kita adalah menyampaikan dan berupaya sebaik mungkin agar mahasiswa paham dan melakukan perubahan, jika tidak bisa maka ikhlaskanlah” ungkap beliau ketika memberikan tips menghadapi mahasiswa yang memiliki etika kurang baik.

“Perjuangan dalam hidup tidak mengenal kata akhir, selalu melakukan hal yang baik. Infinity learning and infinity sharing. Keep learning and practicing,” pesan dr. Nur Arfian, Ph.D. selaku Ketua Program Studi MIB FK-KMK UGM sekaligus menutup rangkaian acara workshop Docendo Discimus.

Acara ini mendapatkan respon positif dari peserta. “Banyak materi yang tidak diajarkan secara langsung di kelas, pemilihan topiknya sangat baik, saya setuju kalau materi seperti ini diimplementasikan dalam kurikulum” kata Satrio. “Workshopnya sangat bermanfaat, semoga kegiatan seperti ini terus ada” tambah Eni. (YD)