Program Pascasarjana
Program Studi Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis
Fakultas Kedokteran

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Jumat, 02 Juni 2017 - 14:22:39 WIB

Gerakan Literasi Medis di Indonesia

Dikirim oleh Administrator Web Dibaca 254 kali
   
Program Studi S2 Ilmu Kedokteran Dasar dan Biomedis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada sukses bekerjasama dengan Indonesian Medical Literacy (ImeL) bertempat di Fakultas Kedokteran UGM menyelenggarakan Seminar dan Workshop Menulis Literasi Medis “Menumbuhkan Gerakan Literasi Medis di Indonesia dari Kajian Ilmiah Menuju Populer” pada hari Jumat 19 Mei mulai pukul 13.00 sampai pukul 17.00, sementara workshop akan diselenggarakan pada hari Sabtu 20 Mei mulai pukul 09.00 sampai pukul 16.00. Latar belakang kegiatan acara ini adalah keprihatinan dalam meningkatkan animo mahasiswa baik dalam penulisan artikel ilmiah maupun artikel populer. Publikasi memberikan manfaat bagi khalayak umum tetapi juga sebagai pengembangan diri dengan institusi serta memfasilitasi kebutuhan lalu lintas informasi yang kian beragam, dinamis, cepat dan aktual. Seminar ini memberikan dasar-dasar menulis karya ilmiah dan populer bagi para akademisi di bidang kesehatan. Dengan dasar ini, para akademisi memiliki bekal sehingga mampu membuat karya tulis yang menarik untuk dibaca serta dapat dipahami oleh masyarakat luas, tidak hanya oleh pembaca dengan latar belakang ilmu di bidang kesehatan saja. Selain itu, peserta juga dapat menggali informasi mengenai kiat-kiat agar karya tulisnya dapat dimuat di media massa. dr. J.B. Soebroto, Sp.PA(K), redaktur Media Efkagama FK UGM menyampaikan bahwa publikasi ilmu kedokteran kini tidak lagi terbatas pada publikasi ilmiah tetapi semakin berkembang pada publikasi ilmiah populer, narasi non fiksi, features, hard news, breaking news, media massa cetak berupa surat kabar, majalah ataupun tabloid, serta media elektronik melalui blog, portal, dan audiovisual. Sri Wahyuni, redaksi The Jakarta Post, Biro Yogyakarta menambahkan bahwa dalam melakukan penulisan publikasi jurnalistik dalam bentuk apapun, penulis harus memperhatikan kriteria kelayakan berita seperti aktualitas, obyektifitas, signifikansi topik, Human of Interest, dan ketersediaan conflict serta emosionalitas pemberitaan karena tulisan publikasi jurnalistik memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Literasi pada dasarnya bukan hanya kemampuan menulis tapi melibatkan komponen lain, yaitu kemampuan analisis, kemampuan persuasif hingga kemampuan lisan. Masyarakat saat ini dibanjiri oleh arus informasikesehatan yang “sesat”: akibat rendahnya perilaku kesehatan di dalam dunia literasi. Keengganan ini bisa diminimalisir dengan membentuk wadah atau komunitas literasi, sehingga para anggotanya bisa saling menginpirasi , berbagi ide, serta saling menyemangati aktivitas di bidang literasi medis. Kemampuan lainnya yang harus dimiliki oleh peminat literasi medis adlah kemahiran mengolah informasi ilmiah kedokteran menjadi bahasa yang lebih populer sehingga lebih mudah dimengerti oleh masyarakat awam.Oleh sebab itu komunitas indonesia Medical Literacy dan otoritas Fakultas Kedokteran UGM berupaya berbagi pengelaman dan keilmuan literasi dalam bentuk pelatihan dan workshop menulis artikel kesehatan dengan gaya ilmiah-populer.