Program Studi Magister Ilmu Biomedik
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan

UNIVERSITAS GADJAH MADA

Peraturan Akademik

A. KALENDER AKADEMIK

  1. Kegiatan perkuliahan dan kegiatan akademik lain untuk semester gasal dimulai awal September sampai akhir Januari, sedangkan untuk semester genap dimulai awal Februari sampai akhir Juni.
  2. Kegiatan wisuda Program Pascasarjana FKKMK UGM dilaksanakan sebanyak-banyaknya 4 (empat) kali dalam satu tahun kalender akademik yaitu bulan Januari, April, Juli dan Oktober.
  3. Batas waktu pengumpulan persyaratan wisuda adalah 1 (bulan) sebelum pelaksanaan wisuda.
  4. Persyaratan wisuda diserahkan ke Program Studi Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM.

 

B. BATAS WAKTU STUDI DAN PERPANJANGAN WAKTU STUDI

  1. Masa studi mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM adalah 4 (empat) semester.
  2. Perpanjangan masa studi diberikan maksimal selama 2 (dua) semester.
  3. Mahasiswa yang melakukan perpanjangan masa studi harus membayar seluruh total UKT.
  4. Prosedur perpanjangan masa studi dilakukan sebagai berikut :
    1. Mahasiswa mengajukan permohonan secara tertulis kepada pengelola program studi disertai dengan alasannya dan keterangan kemajuan studi yang telah dicapai yang diketahui oleh pembimbing tesis dan ketua minat.
    2. Bila pengelola program studi menyetujui, akan dibuatkan surat pengantar kepada Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan.
    3. Bila Dekan menyetujui akan dibuat surat persetujuan tertulilis untuk disampaikan ke mahasiswa melalui pengelola program studi.
    4. Setelah mendapatkan ijin perpanjangan, mahasiswa diharuskan membayar biaya perpanjangan studi yang telah ditentukan dan melakukan pendaftaran ulang ke program studi.
  5. Apabila perpanjangan masa studi tidak disetujui, maka mahasiswa dianggap tidak mampu untuk menyelesaikan pendidikan dan diberikan surat pengunduran diri serta Sertifikat Selesai Teori sebagai keterangan pernah mengikuti pendidikan di Program Studi Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM dan telah menempuh teori sebanyak SKS yang berhasil diselesaikan.
  6. Sertifikat Selesai Teori yang diberikan bukan merupakan pengganti ijazah.

 

C. PENGHENTIAN STUDI SEMENTARA

  1. Karena alasan tertentu yang bersifat mendesak, mahasiswa dapat mengajukan permohonan cuti mengikuti kegiatan akademik yang diberikan selama 1 (satu) semester dan paling banyak (2) dua semester.
  2. Mahasiswa dapat mengajukan cuti akademik setelah menyelesaikan perkuliahan selama 2 (dua) semester (1 tahun) dan telah melunasi UKT selama setahun
  3. Permohonan cuti akademik diajukan kepada pengelola program studi pada awal semester sebelum kegiatan semester yang bersangkutan dimulai dengan prosedur pengajuan permohonan sama dengan prosedur pengajuan perpanjangan studi.
  4. Apabila selama masa studi mahasiswa pernah secara sah tidak terdaftar sebagai mahasiswa, maka jangka waktu selama mahasiswa tersebut tidak terdaftar tidak diperhitungkan.
  5. Dalam hal penghentian studi sementar di luar cuti akademik yang disebabkan karena tindakan dan/atau hukuman akademik, misalnya skorsing, maka waktu tindakan dan/atau hukuman tersebut diperhitungkan dalam masa studi.

 

D. SISTEM PENILAIAN

  1. Sistem Penilaian
    1. Penetapan nilai hasil ujian suatu matakuliah menjadi wewenang akademik dosen pengampu mata kuliah
    2. Komponen penilaian meliputi kehadiran, keaktifan, penugasan, ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan kegiatan  akademik lainnya.
    3. Nilai suatu matakuliah diwujudkan dalam angka < 45 sampai dengan 100 dengan kriteria :

      Nilai Huruf

      Nilai Angka

                  
       Nilai Huruf
       Nilai Angka

      A

      75  - 100

         C+  57,5 - 59,99

      A-

      72,5 - 74,99

         C  55 - 57,49

      A/B

      70 - 72,49

         C-  52,5 - 54,99

      B+

      67,5 - 69,99

         C/D  50 - 52,49

      B

      65   -  67,49

         D+  47,5 - 49,99

      B-

      62,5 - 64,99

         D  45 - 47,49

      B/C

      60 - 62,49

         E  < 45
    4. a. Pengelola prodi atau Ketua Minat meminta koordinator mata kuliah untuk segera memasukkan nilai ujian dan mengambil tindakan seperlunya terhadap penyerahan nilai ujian yang terlambat, misalnya dengan memberikan peringatan kepada dosen tersebut, atau memberikan nilai 67,49 (setara nilai B) untuk mata kuliah atau topik kuliah tersebut apabila nilai belum diserahkan sampai batas waktu maksimal (2 minggu) sejak berkas jawaban ujian diterima oleh dosen.
              b. Apabila dosen memberikan nilai setelah batas waktu 2 minggu maka nilai di atas 67,49 akan diperhitungkan sebagai nilai revisi bagi mahasiswa yang mendapatkannya
  2. Pelaksanaan Ujian Remediasi atau Make Up:
           a. Mahasiwa yang mendapatkan nilai di bawah A/B pada ujian utama, berhak mengikuti ujian remediasi satu kali dengan nilai maksimum A/B.
           b. Mahasiswa yang tidak mengikuti ujian utama karena tiga alasan (sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter, kematian keluarga inti dan tugas fakultas yang dibuktikan dengan surat resmi), berhak untuk mengikuti ujian susulan (make up) satu kali dengan nilai maksimal A. Bilamana mahasiswa mendapatkan nilai di bawah A/B maka akan berlaku point 2a.
           c.  Mahasiswa yang tidak mengikuti ujian utama bukan karena tiga alasan di atas, maka hanya berhak mengikuti satu kali ujian susulan tanpa ujian remediasi.
  3. Setelah nilai ujian diumumkan, mahasiswa mendapat kesempatan 5 hari kerja untuk memberikan umpan balik tertulis terkait nilai ujian. Dosen diwajibkan untuk memberikan jawaban tertulis terhadap umpan balik tersebut dalam jangka waktu 5 hari kerja. Form umpan balik untuk mahasiswa dan dosen disediakan oleh program studi.

E. EVALUASI KEBERHASILAN STUDI

  1. Evaluasi keberhasilan studi dilakukan pada akhir semester dan evaluasi akhir program.
  2. Evaluasi tiap akhir semester dilakukan dengan menghitung Indeks Prestasi (IP) pada semester itu dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperoleh sampai akhir semester itu.
  3. Mahasiswa yang memiliki IP kurang dari 3,00 pada akhir semester I diberikan peringatan tertulis. Bila pada akhir semester II, IP kumulatif kurang dari 3,00 yang diperhitungkan dari 16 SKS terbaik (nilai minimal C) maka mahasiswa itu dinyatakan tidak mampu mengikuti Program Studi Magister Ilmu Biomedik FK-KMK UGM dan tidak diperkenankan meneruskan studi.
  4. Indeks Prestasi Kumulatif akhir dihitung dari nilai ujian mata kuliah dan nilai ujian tesis.
  5. IP mahasiswa yang kurang dari 3,00 diberitahukan kepada mahasiswa bersangkutan untuk diperbaiki dengan mengambil mata kuliah yang nilainya kurang.
  6. Evaluasi keberhasilan studi pada akhir program pascasarjana dilakukan pada mahasiswa yang telah menyelesaikan sekurang-kurangnya sejumlah SKS minimum yang harus ditempuh.
  7. Mahasiswa dinyatakan telah menyelesaikan program pendidikan pascasarjana apabila sudah memenuhi persyaratan sebagai berikut :
    1. Telah lulus ujian tesis atau ujian komprehensif.
    2. Telah menyerahkan naskah tesis yang disahkan dan naskah publikasi.
    3. IP Kumulatif minimal sebesar 3 dan tidak boleh ada nilai di bawah C.

 

F. PREDIKAT KELULUSAN

Mahasiswa yang dinyatakan lulus Program Pascasarjana menerima predikat kelulusan sebagai berikut :

  1. Dengan pujian (cum laude) apabila memperoleh IP > 3,75 dan dapat menyelesaikan studinya dalam waktu paling lama 1,5 kali masa studi normal tanpa cuti.
  2. Sangat memuaskan apabila memperoleh 3,75 > IP >3,51
  3. Memuaskan apabila memperoleh 3,51 > IP > 3,00.
 
G. TATA PERILAKU
  1. Mahasiswa diwajibkan untuk berperilaku sesuai dengan Peraturan Rektor UGM NOMOR 711/P/SK/HT/2013 tentang Tata Perilaku Mahasiswa Universitas Gadjah Mada.
  2. Pelanggaran tata perilaku berupa kecurangan dalam ujian yang antara lain terindikasi dalam bentuk kemiripan jawaban ujian akan langsung mendapat sanksi minimal berupa diskualifikasi nilai ujian (mendapat nilai 0). Sanksi lainnya ditetapkan berdasarkan Peraturan Rektor tersebut di atas atau diproses lebih lanjut di Komite Perilaku Profesional (KPP) FK-KMK UGM untuk mendapatkan rekomendasi sanksi yang tepat dari KPP.
  3. Pelanggaran tata perilaku lainnya langsung dikenakan sanksi oleh pengelola prodi sesuai Peraturan Rektor tersebut di atas atau diproses lebih lanjut di KPP FK-KMK UGM untuk mendapatkan rekomendasi sanksi yang tepat dari KPP.